Wahai Penyuka Sesama Jenis, Beginilah Islam Melaknat Perbuatanmu

oleh -
Allah menciptakan manusia yang memiliki Fitrah untuk mencintai lawan jenisnya. Namun sejalannya bergeraknya waktu, sejarah membuktikan bahwa kehidupan manusia ternyata terjadi berbagai penyimpangan. Salah satunya adalah penyimpangan seksual. Penyimpangan yang sangat rendah dan menjijikkan, malah lebih rendah dari binatang. Apakah itu? yakni hubungan sesama jenis yang biasa disebut dengan hom*sek*ual.

Sebenarnya perilaku hom*sek*ual sudah terjadi sejak zaman dahulu.Al Quran memberitakan bahwa penyimpangan ini terjadi pertama kali pada masa Nabi Luth, dimana Allah berfirman di dalam surat Al-A’raf ayat 80 sampai 81 yang berbunyi:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ الْفٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِينَ 
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

Artinya:
“Dan Nabi Luth juga (Kami utuskan). Ingatlah ketika dia berkata kepada kaumnya: Patutkah kamu melakukan perbuatan yang keji, yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pun dari penduduk alam ini sebelum kamu?
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk memuaskan nafsu syahwat kamu dengan meninggalkan perempuan, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.”

loading…
islam melaknat perbuatan umat nabi luth penyuka sesama jenis

Allah telah membinasakan umat Nabi Luth yang melakukan perilaku tercela ini, namun dari masa ke masa orang yang mengikuti perilaku hom*sek*ual ini terus bermunculan hingga saat ini. Sampai sekarang pun keberadaannya tetap ada di tengah-tengah kita.

Di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa seperti Belanda dan Denmark, justru pemerintahnya telah mengesahkan perkawinan sesama jenis ini. Malah mereka secara terang-terangan melakukan pertunjukan karnaval di jalan jalan sebagai bentuk cara mereka menunjukkan eksistensi mereka di tengah masyarakat.

Di Berlin saja, ada sebuah kota dengan komunitas hom*sek*ual terbesar di Eropa. Mereka menyebut hari kaum gaiy sebagai perayaan Christopher Street Day. Di Amsterdam Belanda di sana juga terdapat Parade gay pride Amsterdam, sebuah perayaan tahunan bagi kaum gaiy di Belanda. Sedangkan di negara kita sendiri Indonesia perilaku penyimpang ini juga telah berada ditengah kita. Sejak ratusan tahun yang lalu sebelum kemerdekaan, bahkan mereka tidak malu-malu untuk menunjukkan identitas mereka di tengah masyarakat, baik itu dengan cara melakukan pertemuan-pertemuan ataupun membentuk organisasi-organisasi sebagai wadah berkumpulnya mereka.

Pada tanggal 1 Maret 1982 mereka membentuk sebuah organisasi gaiy yang pertama di Indonesia dan pertama di Asia yaitu organisasi Lamda Indonesia yang berkantor di Solo. Organisasi ini pun terus berkembang dan bermunculan. Berbagai organisasi sejenis seperti organisasi Ikatan Persaudaraan Orang-orang Sehati yang berpusat di Jakarta, organisasi gaya Dewata yang berlokasi di Bali, komunitas Pelangi di Yogyakarta, gaya Priangan di Bandung dan gaya Nusantara di Surabaya.

loading...

Bagaimana Islam menyikapi perilaku hom*sek*ual ini?
Sudah jelas dan terang yang haq dan yang batil. Islam dengan tegas melarang dan menentang setiap perilaku yang menyimpang dari yang telah digariskan Allah Subhana huwata’ala. Hom*sek*ual dengan tegas dinyatakan sebagai perbuatan dosa besar yang dapat mengundang murka Allah di permukaan bumi ini.

Dasar hukum haramnya perbuatan ini banyak terdapat di dalam Al-qur’an dan hadist Nabi, juga Ijtima’ (kesepakatan) ulama, fitrah naluri manusia dan akal sehat serta juga dari tinjauan kesehatan di dalam al-quran disebut banyak ayat yang menjelaskan yakni dalam surat Al A’raf 80-81. Dalam Al-qur’an juga digambarkan penentangan yang dilakukan kaum hom*sek*ual umat Nabi Luth ini dengan mengusir Nabi Luth dan pengikutnya dari kota mereka. Hal itu dikisahkan di dalam surat Al A’raf juga pada ayat 82 yang berbunyi:

“Usirlah mereka Luth dan pengikut-pengikutnya yang ada di kota ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.”

Dan pada ayat selanjutnya Allah berfirman yang artinya “Kemudian kami selamatkan Luth dan pengikut-pengikutnya, kecuali istrinya. Sungguh dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).”
Al-A’raf 83.

Dan pada ayat selanjutnya Allah ta’ala bersabda “dan kami turunkan kepada mereka hujan batu maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.”

Dalam Hadits juga banyak terdapat hukum tentang haramnya perbuatan tercela ini. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth (hom*sek*ual) maka bunuhlah si pelaku dan objeknya.”
Hadist riwayat Abu Dawud 4462, Tirmizhi 1/ 275, Ibnu Majah 2561 dan yang lain, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Irwa’ul Gholil.

Dari segi pandangan ulama juga dengan tegas disepakati bahwa perbuatan ini adalah perbuatan yang haram yang mendatangkan dosa besar bagi pelakunya. Ulama dengan tegas mengharamkannya antara lain Al Baihaqi, Ibnu Qudamah, Ibnu Qoyyim, Ibnu Taimiyah dan ulama kibar lainnya.

Sekarang secara fitrah, juga sudah jelas bahwa perbuatan ini adalah perbuatan tercela. Malah pernah seorang Khalifah Bani Umayyah pernah mengucapkan perkataan saat membangun Masjid Agung Al Umawi di Damaskus, “andai saja Allah tidak menceritakan kepada kita tentang perbuatan yang dilakukan umat Nabi Luth, maka aku tidak akan pernah menyangka jika ada laki-laki yang menyalurkan birahinya kepada sesama laki-laki.”

Bila ditinjau dari segi kesehatan, perilaku hom*sek*ual ini juga merupakan perbuatan tercela yang mengundang banyak penyakit berbahaya seperti infeksi pada dubur, penyakit tifoid, disentri, sifilis, gonore atau kencing darah, herpes, AIDS dan lain sebagainya. Malah penyakit AIDS pertama kali ditemukan justru di kalangan para kaum gaiy di kota-kota besar di Amerika, dan diketahui pula bahwa virus HIV adalah virus penyebab penyakit AIDS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *