Tetap Tidur Malam Seperti Biasa, Tapi Mendapat Pahala Seperti Sholat Semalam Suntuk, Ini Dia Caranya…

oleh -
Sebagai seorang muslim kita sudah tahu bahwa kita memiliki kewajiban untuk mendirikan sholat wajib lima waktu. Hal ini karena sholat merupakan tiang agama dimana bila kita tidak mendirikannya, selain mendapat dosa besar, berarti kita secara tidak langsung telah meruntuhkan agama kita yakni agama Islam.

Memang banyak diantara kaum muslimin kita yang memandang sebelah mata pada kewajiban yang satu ini. Ada yang beralasan karena malas dan ada pula karena kesibukan mencari dunia.Terlebih-lebih dalam melaksanakan shalat isya dan subuh karena kedua sholat ini merupakan sholat yang berat untuk dilakukan. Shalat isya berat dilakukan karena pulang dari bekerja badan sudah capek dan ingin langsung beristirahat. Sedangkan sholat subuh berat dikerjakan karena waktu azan subuh berkumandang mata masih mengantuk atau harus buru-buru berangkat ke kantor karena takut macet di jalan sehingga khawatir terlambat sampai di kantor.

Keutamaan Shalat Isya dan Subuh

Beratnya sholat isya dan Subuh ini dikerjakan oleh ummatnya sudah diberitakan oleh Rasulullah ﷺ  dalam sabdanya di bawah ini dimana Rasulullah ﷺ  menggambarkan bahwa orang yang paling benci melaksanakan sholat Isya dan Subuh biasanya adalah orang-orang munafik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.”
 (HR. Bukhari No. 657 dan Muslim No. 651)

keutamaan shalat isya berjamaah dan shalat subuh berjamaan di masjid
Keutamaan shalat Isya dan Subuh Berjamaah

Namun seberat-beratnya sholat isya dan subuh, sebagai seorang muslim kita dengan sabar dan bertawakal harus tetap melaksanakannya karena kita tahu keutamaan shalat isya dan shalat subuh ini. Dan Allah Subhanahuwata’ala Maha Pengasih lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya. Allah tidak pernah menyia-nyiakan pengorbanan hamba-Nya dalam beribadah kepada-Nya, sehingga shalat isya dan sholat subuh ini diberi ganjaran pahala yang besar oleh Allah ‘Azzawajalla.  Apa itu ganjaran pahalanya? Yaitu bagi orang yang melaksanakan shalat Isya berjamaah maka dia mendapat pahala seolah-olah dia mendirikan shalat selama separuh malam. Dan bagi orang-orang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah maka dia akan mendapat pahala seolah-olah dia mendirikan shalat semalam suntuk. Betapa besar reward yang diberikan Allah ‘Azzawajalla kepada hamba-Nya yang walaupun berat untuk dilakukan, tapi tetap dengan sabar melaksanakan perintah Rabbnya untuk shalat subuh dan Isya berjamaah.

Dalil hadits keutamaan shalat isya dan subuh berjamaah dari reward yang diberikan Allah Subhanahuwata’ala ini terhadap orang yang melakukan sholat isya dan subuh berjamaah ini datang dari Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, dimana beliau radhiallohu’anhu mendengar Rasulullah ﷺ  bersabda;

من صلى العشاء في جماعة فكأنما قام نصف الليل . ومن صلى الصبح في جماعة فكأنما صلى الليل كله

“Barangsiapa yang menegakkan shalat isya dengan berjamaah, maka seakan-akan ia shalat hingga separuh malam. Dan barangsiapa yang menegakkan shalat subuh berjamaah, maka seakan-akan ia shalat semalam penuh.
 [HR Muslim no. 656]

Tentang hadits ini, Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

هذا فضل عظيم يعني كأنك قائم الليل كله وأنت على فراشك، إذا صليت الفجر في جماعة والعشاء في جماعة

“Amalan ini merupakan keutamaan yang amat besar. Artinya, apabila Anda menegakkan shalat isya dan subuh secara berjamaah, maka seakan-akan Anda menegakkan shalat semalam penuh, padahal (antara dua shalat tersebut) Anda sedang terlelap di atas pembaringan.”
(lihat Syarhu Riyadhus Shalihin 5/82)

Betapa besar pahala yang diberikan Allah ‘Azzawajalla kepada hamba-Nya yang melaksanakan shalat isya dan shalat subuh. Bukan itu saja, bahkan shalat isya dan sholat subuh itu disaksikan oleh malaikat-malaikat Allah, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Isra ayat 78 berikut ini:

Allah Ta’ala berfirman,

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).”
(Qs. Al-Isra’: 78)

Dan disaksikannya sholat subuh oleh malaikat-malaikat Alloh Subhanahuwata’ala ini dipertegas lagi oleh Rasululloh ﷺ  dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini:
Nabi ﷺ  bersabda,

وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ

 “Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).”
(HR. Bukhari No. 137 dan Muslim No.632)

Keutamaan Shalat Isya dan Shalat Subuh Berjamaah

Jelaslah bagi kita sekarang betapa besar pahala yang kita dapatkan bila kita melaksanakan sholat isya dan sholat subuh berjamaah. Apalagi sholat subuh disaksikan oleh para malaikat-malaikat Allah Ta’ala. Oleh sebab itu, mulai dari sekarang marilah kita tekatkan diri kita untuk istiqomah dan makin bersemangat melaksanakan sholat Subuh dan Isya berjamaah, tentunya di masjid karena di masjid lah tempat sholat wajib lima waktu itu dilaksanakan berjama’ah bagi laki-laki muslim yang diperintahkan Rasulullah ﷺ , tidak di rumah. Bahkan, orang buta sekalipun tidak diberi keringanan (udzur) oleh Rasulullah untuk boleh melaksanakan sholat wajib itu di rumah, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah ﷺ  dan berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِى قَائِدٌ يَقُودُنِى إِلَى الْمَسْجِدِ. فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّىَ فِى بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ « هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ». فَقَالَ نَعَمْ. قَالَ « فَأَجِبْ ».

”Wahai Rasulullah, saya  tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingiku untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak shalat berjama’ah dan agar diperbolehkan shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun  ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya,“Apakah kamu mendengar adzan?” Ia menjawab,”Ya”. Rasulullah bersabda,”Penuhilah seruan (adzan) itu!”
(HR. Muslim [Muslim: 6 – Kitab Al Masajid, 44 – Bab Wajib Mendatangi Masjid bagi Siapa Saja yang Mendengar Adzan)

Keutamaan Shalat Isya dan Shalat Subuh Berjamaah Di Masjid

Dari hadits ini terlihat jelas bahwa orang buta saja apabila dia mendengar adzan tetap diperintahkan Rasululloh untuk tetap sholat berjamaah di masjid. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi panggilan adzan untuk menghadiri shalat jama’ah tetap berlaku bagi orang-orang cacat seperti orang buta, apalagi bagi kita yang normal dan tidak memiliki kekurangan fisik sedikitpun.

Hal ini dipertegas lagi dalam hadits dari Ibnu Ummi Maktum. Dia berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَثِيرَةُ الْهَوَامِّ وَالسِّبَاعِ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَسْمَعُ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ فَحَىَّ هَلاَ ».

“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi ﷺ  bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan itu!.”
(HR. Abu Daud – Abu Daud: 2-Kitab Ash Sholah, 47-Bab Peringatan Keras Karena Meninggalkan Shalat Jama’ah]. Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahulloh).

Tema: Keutamaan shalat isya dan shalat subuh berjamaah di masjid

No More Posts Available.

No more pages to load.