Ternyata Doa Sebelum Makan "Allahumma Baarik Lanaa…" Itu Dho'if

oleh -
Sudah umum di kalangan masyarakat kita bahwa do’a sebelum makan yang harus diucapkan setiap kali kita akan makan adalah membaca “Allahumma baarik lanaa…” dan seterusnya. Namun ketahuilah bahwa ternyata Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam tidak pernah mengucap doa tersebut sebelum makan. Nah, lho….

Kenapa bisa begitu? Karena do’a sebelum makan “Allahumma baarik lanaa…” dan seterusnya itu ternyata dikutip dari hadits dho’if sehingga tidak bisa diamalkan. Berikut bunyi hadits dho’if tersebut selengkapnya, sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi yang dikutip dalam kitabnya yang berjudul Al Adzkar,

روينا في كتاب ابن السني عن عبد اللّه بن عمرو بن العاص رضي اللّه عنهما عن النبيّ صلى اللّه عليه وسلم أنه كان يقول في الطعام إذا قُرِّبَ إليه : ” اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا فِيما رَزَقْتَنا وَقِنا عَذَابَ النَّارِ باسم اللَّهِ “

Artinya:
“Telah diriwayatkan dalam kitab Ibnus Sunni dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu‘alaihi wasallam bahwa ketika makanan didekatkan kepadanya, beliau mengucapkan “Allahumma baarik lanaa fii maa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar, bismillah”.

Lalu kenapa hadits di atas dianggap dho’if oleh jumhur (kebanyakan) para ulama?

doa sebelum makan yang dhoif

1. Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah mengatakan bahwa di dalam riwayat hadits tersebut terdapat nama Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah, dan Imam Bukhari mengatakan bahwa laki-laki ini adalah munkarul hadits. [Lisanul Mizan, 7/136]

2. Imam Adz Dzahabi rahimahullah mengatakan bahwa di dalam riwayat hadits tersebut terdapat Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah dan Abu Hatim mengatakan bahwa ia adalah munkarul hadits jiddan. Dan Imam Al Bukhari juga mengatakan hal demikian [Mizanul I’tidal, 3/549]

3. ‘Ishomuddin Ash Shobabthi rahimahullah menjelaskan dalam takhrij Al Adzkar, “Hadits tersebut dikeluarkan oleh Ibnu As-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (459) dan sanadnya dho’if. Di dalamnya terdapat seseorang yang bernama ‘Isa bin Al-Qosim Ibnu Sami’. Dia ini adalah seorang parawi yang shoduq akan tetapi sering membuat kesalahan dan sering melakukan tadlis serta ia dituduh berpaham qodariyah.

4. Hadits ini juga diriwayatkan dari Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah dimana Imam Ibnu Hibban rahimahullah mengatakan bahwa Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah ini adalah “dajjal” (pendusta besar).”[Lihat catatan kaki kitab Al Adzkar, hal. 217]

Lalu kalau do’a sebelum makan “baariklana…” itu tidak bisa diamalkan, apa do’a sebelum makan yang sebenarnya yang shohih untuk diamalkan? untuk mengetahuinya, antum bisa baca artikel berikut ini yang berjudul: Doa Sebelum Makan Yang Benar

Baca juga:
1. Ini Dia Do’a Sebelum Makan Yang Benar
2. Lupa Membaca Bismillah Sebelum Makan? Ini Do’a Penggantinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *