Tahukah Kamu Mengapa Menguap Harus Tutup Mulut? ini dia!

oleh -
Tahukah Kamu Mengapa Menguap Harus Tutup Mulut? ini dia!
Tahukah Kamu Mengapa Menguap Harus Tutup Mulut? ini dia!. [foto/ilustrasi]

Penjelasan Ilmiah Mengapa Menguap Harus Tutup Mulut

Radar Ampera – Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan secara detail segala hal, termasuk ketika kita menguap. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apabila salah seorang di antara kalian menguap maka hendaklah menutup mulut dengan tangannya karena setan akan masuk (ke dalam mulut yang terbuka).” [HR. Muslim no. 2995 (57) dan Abu Dawud no. 5026]

Menutup mulut ketika menguap bisa dilakukan dengan mengatupkan dua bibir, namun jika kesulitan maka bisa dibantu dengan tangan. Tentu ini butuh kebiasaan, sebab susah membiasakan diri jika belum mengetahui adab ini. Dengan menutup mulut maka tak ada suara yang keluar, sehingga tidak membuat setan menertawai kita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Oleh karena itu bila salah seorang dari kalian bersin lantas dia memuji Allah, maka wajib atas setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit kepadanya (mengucap “yarhamukallah”). Adapun menguap, maka dia dari setan, bila seorang menguap hendaklah dia menahan semampunya. Bila seorang menguap sampai keluar ucapan ‘haah’, setan akan menertawainya.” [HR. Al-Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994]

Sejatinya sebagai umat yang mengimani Nabi Muhammad sebagai utusan Allah Ta’ala maka tak ada penolakan dari setiap perintah beliau. Percaya sepenuhnya bahwa apapun yang beliau bawa mengandung kebaikan dan pasti akan terbukti kebenarannya di masa yang akan datang, jika tidak maka keterbatasan kita sebagai manusialah penyebabnya.

Hadist di atas ternyata benar adanya, tentu kita tidak bisa melihat secara kasat mata bagaimana setan masuk ke dalam mulut, namun ada penjelasan medis yang menjelaskan mengapa kita harus menutup mulut ketika menguap.

Rahang manusia terdiri dari rahang atas dan rahang bawah, jika rahang atas hanya dapat bergerak ke atas dan ke bawah berbeda dengan rahang bawah yang bisa bergeser ke kanan dan ke kiri. Rahang bawah berfungsi membantu kita ketika mengunyah dan berbicara. Namun adapula beberapa masalah yang dapat menyerang rahang bawah, salah satunya adalah dislokasi pada tulang rahang bawah.

Lalu apa kaitannya dengan menguap?

Menguap dengan membuka mulut berlebihan dapat membuat tulang rahang bawah bergeser dari tempatnya. Dalam kasus ringan mungkin hanya akan terdengar bunyi ‘krek’ pelan dan dapat kembali ke posisi semula walau dengan sedikit nyeri yang menyertai namun ada beberapa kasus berat yang menyebabkan rahang terkunci, Dislokasi sendi temporomandibular. Kondisi ini memiliki gejala seperti :

a. Nyeri di wajah atau rahang, bisa lebih maju atau lebih mundur.
b. Posisi rahang bawah tidak lagi sejajar dengan rahang atas.
c. Rahang terasa kaku dan sulit digerakkan.
d. Tidak bisa menutup mulut, sehingga sulit menelan air liur.
e. Sulit berbicara.

Ini tentu akan sangat menganggu aktifitas dan rasanya sakit sekali. Proses penyembuhan dapat dilakukan secara manual oleh ahlinya dengan cara menempatkan kedua ibu jari di gigi geraham bawah kiri dan kanan setelah itu keempat jari lainnya ditempatkan di rahang bagian luar lalu dokter akan menekan dan mendorong tulang rahang bawah untuk kembali ke posisi semula.

Syukur alhamdulillah jika di sekitar kita ada dokter ahli yang dapat melakukannya secara manual, jika tidak maka proses penyembuhan harus dilakukan secara operasi. Satu hal yang harus digarisbawahi adalah jangan coba-coba mengembalikan rahang ke posisi semula jika kita tak memiliki ilmu tentang tulang seperti menampar dengan keras, menggeser dengan sendok atau cara lainnya sebab justru bisa menyebabkan keretakan tulang rahang bawah dan memperparah keadaan.

Menguap bukan satu-satunya penyebab rahang bergeser atau terkunci, namun jika kita bisa mencegahnya, bukankah itu lebih baik? Percayalah, rasanya sakit sekali.

Tahukah Kamu Mengapa Menguap Harus Tutup Mulut? ini dia!

Dari penjelasan ilmiah ini akhirnya kita menemukan kebenaran dari sebuah hadist, Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammad.

Hari ini kita belajar tentang satu hal, InsyaAllah kita selalu diberi kemudahan untuk mempelajari banyak hal lainnya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Note : Penulis pernah mengalami sendiri kejadian ini, dan Alhamdulillah semoga bisa menjadi pelajaran untuk teman-teman dan pembaca semuanya. [Ciani Limaran]

No More Posts Available.

No more pages to load.