Supaya Tetap Bisa Main Basket, Siswa Muslimah AS Ini Rancang Seragam Basket Syariat

oleh -
Radar Ampera – Para gadis muda Muslimah di Universitas Minneapolis telah merancang seragam baru untuk tim basket mereka, yang dianggap sebagai pakaian yang sesuai dengan syariat. “Saya tidak bisa melakukan gerakan olahraga atau lompat dan berlari karena rok saya menghalangi gerak saja,” ujar Sihal Ali, seorang Muslimah dari klub basket Cedar-Riverside saat diwawancarai. Masalah mereka berakhir ketika University of Minnesota Design School dan Tucker Pusat Penelitian Gadis dan Perempuan di Sport menawarkan bantuan dalam upaya mereka merancang seragam olahraga baru untuk muda-mudi muslimah disana. Dengan bermain sebagai point guard di timnya, rok panjang Sihal yang baru ini membuat dia lebih mudah mencetak poin dan melakukan gerakan yang sulit.
“Gadis muslimah disini benar-benar ingin menjalankan syariat agama mereka yang sesuai dan memakai pakaian yang sesuai dengan kegiatan mereka,” kata Dr. Chelsey Thul, dosen di UM School of Kinesiology yang juga mengikuti penelitian untuk Tucker Center.
“Aku bahkan tidak harus fokus tentang apa yang  aku kenakan. Aku hanya main dan tidak khawatir lagi auratku terbuka,” kata Ali lagi senang. “Soalnya kalau kami berpakaian yang sedikit terbuka, mata laki-laki suka memandang tajam kepada kami penuh syahwat.”
Apa yang dikatakan Sahal Ali itu memang benar adanya, karena jangankan laki-laki dari kalangan manusia, bila wanita membuka auratnya, syaitan pun tergiur memandangnya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
المَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
“Wanita adalah aurat, jika ia keluar maka syaitan memandangnya”
HR At-Thirmidzi 3/476 no 1173 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani (lihat As-Shahihah 6/424 no 2688)
pakaian muslimah syar'i

pakaian muslimah

Amerika Serikat adalah rumah bagi minoritas Muslim yang jumlahnya sekitar enam sampai 8 juta jiwa. Sebuah survei di AS juga telah mengungkapkan bahwa mayoritas orang Amerika tahu sedikit tentang Islam dan keimanan mereka. Kaum muslimah disana melihat jilbab sebagai sesuatu yang wajib dalam berpakaian, bukan simbol budaya yang menampilkan kultur Arab atau berbau Timur Tengah, karena Islam adalah agama universal dan menutup aurat adalah kewajiban untuk seluruh kaum muslim, tanpa melihat dia orang Arab atau bukan Arab.
Namun sayangnya, hasil rancangan desain para siswa muslimah kita ini rasanya masih belum lengkap karena hanya sekedar menutup aurat saja, karena bentuk pakaiannya masih jauh dari longgar dan sedikit lebih ketat sehingga masih menampakkan lekuk tubuh si pemakainya. Padahal masalah menampakkan lekak-lekuk tubuh itupun termasuk syarat dalam menutup aurat. Semoga muslimah disana bisa terus memperbaiki pakaian mereka agar bisa lebih baik ya….

No More Posts Available.

No more pages to load.