Siapakah Orang Yang Dikatakan Beruntung Itu?

oleh -174 views
Menjadi seorang yang beruntung merupakah suatu hal yang dicari dan diidam-idamkan seseorang. Terkadang untuk mencapainya, seseorang malakukan berbagai cara tanpa memperdulikan apakah itu halal atau haram. Dan yang lebih menyedihkan lagi, dalam usaha tersebut malah menjerumuskan orang tersebut ke dalam lembah kesyirikan. Apa itu? yakni mendatangi dukun dan meminta keberuntungan padanya. Tidak meminta kepada Allah subhanahuwata’ala sebagai satu-satunya tempat meminta. Akibatnya titel “musyrik” atau seorang pelaku kesyirikan langsung melekat padanya. Alhasil…. batal lah keislamannya dimana kita tahu bahwa dosa syirik bisa mengeluarkan seseorang dari Islam, seperti batalnya seseorang yang telah berwudhu lalu kentut. Seperti itu pula lah batalnya keislaman seseorang bila melakukan kesyirikan.

Tafsir Surat Ali Imran

Namun tidak semua insan muslim yang demikian. Ada juga segelintir orang yang dengan sabar menjalaninya dengan ikhlas. Dia tetap sabar dan tawakkal kepada Rabb-nya serta tetap bersyukur atas nikmat yang telah diterimanya, walaupun kemiskinan menderanya. Hidup sederhana yang cendrung pas-pasan dijalaninya hari demi hari dalam ketaatan dan ibadah kepada Allah ‘azzawajalla. Malah ada juga diantara mereka yang hidup sebatang kara, tanpa sanak family bahkan tanpa anak di sisinya. Namun dia tetap sabar dan berserah diri dalam beribadah kepada Allah ‘azzawajalla.
Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya orang yang miskin, fakir dan hidup sebatang kara itu di mata Allah lebih mulia dan lebih beruntung dibandingkan orang musyrik yang diberi Allah kenikmatan duniawi dan harta yang melimpah. Kenapa? hanya karena orang fakir tadi adalah seorang mukmin.

من هو الرابح
Siapa Yang Beruntung?

: ‏قال الشيخ العلامة ابن عثيمين
Berkata Syaikh Al-‘allamah Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahuta’ala, seorang ulama ahlussunnah yang mahsyur dikenal dengan ilmunya:

” لا نجد أحدًا أربح من المؤمن في هذه الدنيا،حتى لو كان فقيرًا ولو كان وحيدًا ليس عنده أموال ولا بنون “
  ( 2/287 ابن عثيمين ( تفسيرآل عمران

artinya:
“TIdak ada seorang pun yang paling beruntung dipermukaan bumi ini daripada seorang MUKMIN, walaupun dia seorang yang fakir, hidup sebatang kara dan tidak ada di sisinya harta dan anak”.
Tafsir Surat Ali Imran. (Kitab Tafsir Ibnu ‘Utsaimin Jilid 2 hal.287).

tafsir surat ali imran
tafsir surat ali imran

No More Posts Available.

No more pages to load.