Sejarah Muslim Rohingya dan Masuknya Peradaban Islam Di Sana

oleh -
Sesungguhnya kaum muslimin itu bersaudara. Begitu juga dengan orang-orang Rohingya yang tertindas oleh ummat Budha di Miyanmar sana, hingga akhirnya terusir dan terdampar di provinsi Aceh. Mereka adalah saudara kita. Saudara seiman karena Allah ‘Azzawajalla yang menyatakannya dalam surat Al-Hujaraat ayat ke-10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ.
( (الحجرات: 10)

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, oleh karena itu damaikanlah antara kedua saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian mendapat rahmat.”
(Al-Hujuraat: 10)

Dan ini makin ditegaskan lagi oleh Rasululah Shalallahu’alaihi wasallam dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim sebagai berikut:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
 (رواه البخاري ومسلم)

“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya. Jangan mendhaliminya dan jangan menyia-nyiakannya. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantunya. Dan barangsiapa yang memberikan jalan keluar dari kesulitan saudaranya, maka Allah akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan tutupi aibnya pada hari kiamat.”
(HR. Bukhari Muslim).

Bagaimana sejarah muslim Rohingya  hingga Islam masuk ke sana sampai akhirnya mereka menjadi saudara seiman kita? Berikut sejarahnya:
Di peta terlihat jelas bahwa kaum muslim Rohingya bermukim di sebelah barat daya Myanmar, tepatnya di provinsi Arakan. Ini merupakan bukti yang tidak terbantahkan bahwa orang-orang Rohingya adalah warga negara Myanmar. Namun hanya karena mereka beragama Islam, pemerintah Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Budha tidak mengakui keberadaan mereka sebagai warga negara mereka. Pemerintah Myanmar mengklaim wilayah orang Rohingya adalah wilayah Myanmar, namun orangnya tidak diakui sebagai warga negara mereka. Akibatnya, jadilah mereka orang-orang yang terasing di bumi mereka sendiri. Tidak memiliki identitas diri, tidak memiliki passport maupun kartu tanda penduduk. Dan yang menyedihkan lagi, kampung-kampung mereka diserang dan rumah-rumah mereka dibakar. Malah yang sangat memilukan, banyak kaum wanita mereka diperkosa dalam aksi penyerangan itu. Penyerangan ini dipimpin oleh seorang biksu bernama Ashin Wirathu, namun pemerintah Myanmar seolah menutup mata akan aksi biksu ini.

Tidak tahan akan penderitaan yang mereka alami, akhirnya banyak warga Rohingya yang mempertaruhkan nyawanya untuk meninggalkan kampung halamannya, berhijrah demi menyelamatkan nyawa dan agama mereka. Dan akhirnya, terdamparlah sebagian dari mereka ke wilayah Aceh.

Sejarah Muslim Rohingya

muslim rohingya

penderitaan muslim rohingya

Kembali ke pembahasan semula tentang sejarah Islam Rohingya, sejarahwan menyebutkan bahwa Islam masuk ke wilayah Arakan terjadi pada abad ke 7 Hijriyah, tepatnya pada masa pemerintahan Islam Abbasiyyah. Saat itu, khalifahnya adalah Harun Ar-Rasyid. Islam dibawa ke sana oleh para pedagang Arab hingga peradaban Islam berkembang di wilayah itu sampai lebih kurang 350 tahun, yakni sekitar 1430M sampai dengan 1784 M. Bukti dari peradaban Islam yang berkembang disana adalah banyaknya terdapat masjid-masjid dan sekolah-sekolah Islam. Dan peninggalan Islam yang terbesar adalah berdirinya sebuah Masjid besar di wilayah Arakan bernama Masjid Badr.

Waktu berlalu, sampai akhirnya Myanmar yang dulu bernama Burma itu pada abad ke 18 Masehi dikuasai oleh seorang raja beragama Budha yakni raja Buddha Burma atau dipanggil Budabay. Wilayah Arakan pun masuk ke dalam wilayah kekuasaannya. Dan mulai saat itulah keberadaan muslim Rohingya disana mulai ditekan dan diintimidasi. Pada tahun 1824 M, Inggris masuk ke Burma dan menjajah negeri itu. Makin lengkaplah tekanan yang dialami warga Rohingya disana.

Menjelang kemerdekaan Burma dari Inggris, pada tahun 1947 M diadakanlah konferensi di kota Peng Long sebagai persiapan dari menyambut kemerdekaan tersebut. Seluruh etnis yang ada diundang dalam konferensi itu, kecuali etnis muslim Rohingya. Dan pada tahun 1962 saat terjadinya kudeta militer oleh jenderal Newin,  pengusiran dan pembunuhan terhadap warga Rohingya makin gencar dilakukan. Banyak yang akhirnya mengungsi ke Bangladesh dan negara Asia Tenggara lainnya, bahkan ada yang sampai ke Timur Tengah termasuk ke Arab Saudi. Bergantinya kepemimpinan di Burma yang sekarang bernama Myanmar tidak membuat muslim Rohingya bisa hidup dengan tenang. Malah mereka semakin tertekan dan nyata-nyata ditentang oleh pemuka agama Budha disana. Sudah patulah kita sebagai sesama muslim di Indonesia negeri tercinta ini untuk membantu mereka.

Iya memang benar bahwa negara kita melalui NKRI adalah wilayah berdaulat yang harus dijaga, tapi ingatlah bahwa bumi ini adalah milik Allah ‘azzawajalla, bukan milik kita. Dan yang datang itu adalah saudara kita sesama muslim yang sedang tertindas dan terzolimi. Kedatangan mereka tidak sama dengan kedatangan para imigran gelap yang datang dengan tujuan mencari kehidupan yang lebih baik dan layak itu. Tapi muslim Rohingya datang bukan untuk itu, tapi untuk menyelamatkan nyawanya dan agama mereka dari penguasa yang zollim.

Marilah kita do’akan para pemimpin kita, semoga Allah ‘azzaawajalla memberi petunjuk kepada mereka untuk sadar akan perbedaan ini dan dengan ikhlas bersedia membantu muslim Rohingya dan menampungnya di bumi pertiwi ini. Janganlah kita menghujat para peminpin kita karena hal itu merupakan sesuatu yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya Shalallahu’alaihi wasallam. Yang diajarkan Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dalam bermu’amalah dengan pemimpin atau pemerintah adalah dengan cara memberikan nasehat dan masukan kepada mereka, lalu mendo’akan mereka semoga mendapat petunjuk dan dilapangkan hatinya, untuk seterusnya kita bersabar akan keputusan yang mereka ambil.
Allahua’lam bissowab.

Perdana Menteri Turki Berkunjung ke perkampungan Rohingya di Provinsi Arakan, Myanmar dan mendapat sambutan yang mengharukan.

Istri Perdana Menteri Turki tidak mampu membendung tangisnya saat menemui saudaranya yang tertindas muslim Rohingya
Khusus video ini, karena ada bagian yg mengandung unsur kekerasan dan tidak baik dilihat anak-anak.

sejarah muslim rohingya