Rasis…! Pendeta Kristen Ini Memukul dan Mengusir Jamaatnya Yang Berkulit Hitam

oleh -
Kejadian ini bagi kita mungkin terbilang rasis, tapi tidak bagi pendeta kristen di salah satu gereja di Amerika ini. Sang pendeta ini tidak menerima jamaat kristen dari warga berkulit hitam dan gerejanya hanya menerima kunjungan kebaktian dari jamaat kristen berkulit putih. Tidak jelas alasan pendeta kristen ini mengapa dia melakukan itu. Yang jelas dia terang-terangan mengajarkan hal berbau rasis seperti itu di gereja yang dia pimpin. Bila kedapatan ada warga kulit hitam yang berani masuk ke gerejanya, maka dia dengan tegas akan mengusirnya, bahkan siap melakukan tindakan yang lebih keras lagi. Dan ini terbukti saat salah seorang ibu separoh baya berkulit hitam masuk ke gerejanya untuk mengikuti prosesi baptis salah seorang bayi tetangganya, tanpa ampun sang pendeta mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan langsung mengusirnya keluar.

Mendapat perlakukan yang tidak diharapkan seperti itu, sang ibu kulit hitam tersebut tersinggung dan secara spontan melemparkan tas yang ada di tangannya ke arah sang pendeta. Walaupun tidak kena, sang pendeta naik pitam dan menyiramkan air suci yang berada di tangannya ke tubuh si ibu kulit hitam, mengejarnya dan memukulnya beberapa kali sampai akhirnya dilerai oleh jamaat yang lain.

pendeta kristen

Pendeta Kristen

Kejadian yang terekam oleh kamera handphone salah seorang jamaat yang kebetulan berada tidak jauh dari kejadian itu merupakan bukti nyata betapa seorang pemuka agama kristen begitu mudahnya berbuat semena-mena dalam menetapkan suatu hukum dalam agamanya. Tanpa ada dasar yang jelas dari kitab suci mereka sendiri, sang pendeta ini berani membuat hukum baru dalam gerejanya, padahal kita tahu bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam tidak pernah mengajarkan hal seperti itu kepada umatnya karena agama yang beliau ‘alaihissalam bawa adalah agama Tauhid yang lurus yang tidak beliau peruntukkan khusus bagi warga kulit putih saja.

Dan bagi kita umat Islam, tentu sudah jelas bagi kita bahwa apa yang dilakukan pendeta kristen di atas adalah salah besar, karena Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam membawa Islam untuk seluruh umat manusia, tanpa membedakan ras, suku, etnis, warna kulit maupun status golongan. Dalam Islam yang membedakan seseorang itu di hadapam Allah Subhanahuwata’ala adalah taqwanya, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Hujarat di bawah ini:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Demikian juga dalam berbagai hadits, Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam dengan tegas menyatakan bahwa Islam tidak membedakan warna kulit bagi setiap umatnya, namun yang membedakan diantara umatnya adalah ketaqwaan, sebagaimana hadits dari Abu Dzar radhiallahu’anhu berikut ini:

عَنْ أَبِى ذَرٍّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ لَهُ « انْظُرْ فَإِنَّكَ لَيْسَ بِخَيْرٍ مِنْ أَحْمَرَ وَلاَ أَسْوَدَ إِلاَّ أَنْ تَفْضُلَهُ بِتَقْوَى »

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Lihatlah, engkau tidaklah akan lebih baik dari orang yang berkulit merah ataupun yang berkulit hitam, sampai engkau mengungguli mereka dengan takwa.” (HR. Ahmad, 5: 158. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari sanad lain)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ».

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Ayat dan hadits di atas adalah bukti nyata bahwa perbuatan pendeta kristen tersebut tidak dibenarkan dalam Islam dan bertentangan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). Hadits di atas juga dengan tegas menyatakan bahwa bukan kulit putih yang membuat seseorang itu mulia, bukan pula karena seseorang itu keturunan darah biru alias bangsawan, atau keturunan Arab, paras nan rupawan ataupun memiliki harta yang melimpah. Namun yang membuat seseorang itu mulia di sisi Allah ta’ala adalah takwanya.

Pendeta Kristen Racis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *