Pemutarbalikan Sejarah Islam [1]

oleh -
by: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi
Sejarah (tarikh) Islam tak bisa dipisahkan dari kehidupan umat manusia. Ia ibarat buku harian yang mengoleksi beragam peristiwa penting dalam perjalanan hidup mereka. Dari sejarah, baik buruknya perjalanan suatu umat terungkap. Dari sejarah pula, eksistensi suatu umat – dalam setiap generasinya teridentifikasi. Allah Subhanahuwata’ala berfirman di dalam Al-Qur’an:

    ذَلِكَ مِنْ أَنبَاء الْقُرَى نَقُصُّهُ عَلَيْكَ مِنْهَا قَآئِمٌ وَحَصِيدٌ .    وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَـكِن ظَلَمُواْ أَنفُسَهُمْ فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ مِن شَيْءٍ لِّمَّا جَاء أَمْرُ رَبِّكَ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ

“Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceritakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun bagi mereka sesembahan-sesembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Rabbmu datang. Dan sesembahan-sesembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan.” (Hud: 100-101)

loading…

Betapa besar perhatian Islam terhadap sejarah. Oleh karena itu, banyak sekali dijumpai paparan sejarah Islam, baik dalam Al-Qur’anul karim maupun Sunnah Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam. Sejarah Islam tentang awal mula kehidupan umat manusia, sejarah perjalanan hidup umat Islam terdahulu bersama para nabi mereka, hingga tuturan tentang berakhirnya kehidupan dunia ini. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

.    نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَـذَا الْقُرْآنَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)-nya termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (Yusuf : 3)

Tak ketinggalan pula peran para ulama umat ini – rahimahumullah –  dalam membukukan sejarah Islam melalui karya tulis ilmiah mereka, dengan bentuk dan metodelogi penulisannya yang beragam. Cukup banyak karya tulis ilmiah yang mereka sajikan seputar sejarah Islam. Di antaranya:
– Al-Bidayah wan Nihayah karya Al-Imam ibnu Katsir rahimahullah.
– Al-Kamil fit Tarikh karya Al-Imam Ibnul Atsir rahimahullah.
– Tarikh Al-Islam karya Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah.


loading...


Bahaya Mengupas Sejarah Tanpa Imam dan Ilmu
Para pembaca yang mulia, satu hal penting yang patut diperhatikan oleh semua pihak, bahwa kemurnian sejarah seringkali dikotori oleh tangan usil orang-orang yang tak bertanggung jawab. Kupas sejarah tanpa iman dan kedepankan logika daripada ilmu seakan menjadi karakter yang lekat pada mereka. Karakter buruk yang tak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang berhati sakit. Sebut saja Zionisme Yahudi, Syi’ah Rafidhah, Orientalis Nashara, dan orang-orang yang meniti jejak jelek mereka. Merekalah  diantara orang-orang usil yang tak bertanggung jawab itu.

Tak diragukan lagi bahwa iman dan ilmu merupakan kebutuhan primer dalam hidup ini. Keberedaannya sangat dibutuhkan dalam setiap keadaan, termasuk saat memperlajari dan mengupas sejarah. Kupas sejarah Islam tanpa iman dan ilmu Islam sangatlah berbahaya. Tanpa keduanya, pembelajaran sejarah akan hampa dari ruh Islam. Pemaparannya akan jauh dari norma-norma luhur dan akhlak mulia. Berkata tanpa berkaca dan menilai dengan yang tak bernilai pun akhirnya menjadi ciri khasnya. Akibatnya, berbagai rambu syariat Islam dilanggar, validitas suatu berita tak dihiraukan, otensitas sejarah menjadi kabur, dan kehormatan suatu kaum tak lagi diperhatikan. Akhirnya, pemutar-balikan sejarah Islam dan penempatannya tidak pada tempatnya pun menjadi fenomena yang tak terhindarkan.

Padahal, sejarah Islam yang murni lagi walid merupakan cakrawala ilmu yang layak dikaji oleh setiap insan yang berakal. Apalagi sejarah para rasul dan orang-orang shalih yang notabene para bintang di dunia ini. Mereka telah mengukir sejarah Islam dengan pengabdian yang tulus kepada Allah Subhanahuwata’ala dan beramal shalih. Dengan hikmah-Nya yang tinggi, Allah Subhanahuwata’ala abadikan sejarah hidup mereka dalam Al-Qur’an, sebagai ladang ibrah (pengajaran) bagi orang-orang yang berakal. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُوْلِي الأَلْبَابِ
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang berakal.” (Yusuf : 111)

Lebih dari itu, Allah azzawajalla menjadikannya sebagai peneguh hati Rasulullah Shalallahu’alahi wasallam saat mengemban risalah suci-Nya. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

.    وَكُـلاًّ نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاء الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءكَ فِي هَـذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan semua kisah dari para rasul itu Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu.” (Hud : 120)
(bersambung ke: Fenomena Pemutarbalikkan Sejarah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *