MATAHARI MEMANG BERSINAR DARI SEBELAH TIMUR

oleh -
MATAHARI MEMANG BERSINAR DARI SEBELAH TIMUR

MATAHARI MEMANG BERSINAR DARI SEBELAH TIMUR

Oleh : Dr. Ardiyan Saptawan, MSi* )

KOLOM PEMBACA, Radar Ampera – Hukum alam mengajarkan kepada manusia bahwasanya matahari itu terbit dari sebelah Timur Bumi, namun siring dengan itu hukum alam juga mengajarkan kepada kita bahwa sinar matahari belum tentu dapat langsung menyinari bumi dengan sempurna. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kesempurnaan sinarnya sampai ke bumi, ada awan yang menggantung di langit, ada petir yang hadir saat hujan turun, ada pepohonan rindang yang menutupi sinarnya, atau ada gedung yang menghalangi karena tingginya. Dibalik itu ada juga manusia yang memang sengaja menghindari sinarnya dengan berlindung dibalik gedung dan pepohonan. Namun pepatah mengatakan setiap panggung ada akhirnya, setiap selesai malam pasti akan terbitlah siang. Di antara kedua titik ekstrim itu selalu ada wilayah transisi. Begitulah perumpamaan bergulirnya
pembangunan di Indonesia.

Indonesia sebagai sebuah negara yang besar dan mempunyai sejarah perjuangan yang panjang dalam meraih kemerdekaan tentunya membangunnya tidak semudah membalikkan tangan. Beban besar menggantung dipundak para pemimpin bangsa karena negara ini sangat memiliki ciri demografi dan geografi yang sangat heterogen yang diisi dengan penduduk terbesar nomor 5 di dunia yang pada tahun 2020 tercatat sejumlah 269,6 juta jiwa (jumlah penduduk laki-laki 135,34 juta jiwa, lebih banyak dibanding perempuan yang hanya 134,27 juta jiwa) menghuni 17.491 pulau. Dalam keadaan seperti itu harus menyusun strategi pembangunan yang seimbang dengan kemampuan anggaran, sumber daya manusia, dan kemampuan menggali dan mengolah sumber daya alamnya. Pilhan strategis untuk mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur merata di seluruh tumpah darah Indonesia sebagaimana diamanahkan oleh UUD 1945 tidaklah mudah dibuat karena pemerintah harus pandai mengolah banyaknya aspirasi dan cita-cita masyarakat yang minta diwujudkan bertemu dengan keterbatasan waktu, anggaran, dan jangkauan kemampuan pemerintah dalam sistem manajemen pembangunan yang selalu berkejaran dengan kecepatan perkembangan teknologi dan kemampuan anak bangsa menguasainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *