Jerawat di Hidung, Apa Pemicu serta Gimana Metode Mengobatinya?

oleh -184 views
Jerawat di Hidung, Apa Pemicu serta Gimana Metode Mengobatinya?
ilustrasi

Radar Ampera – Selain muncul di area wajah dan punggung, jerawat juga bisa muncul di hidung. Meski letaknya tidak mengganggu penampilan, jerawat di hidung bagian dalam tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Apa sebenarnya yang menyebabkan munculnya jerawat di hidung dan bagaimanakah cara mengatasinya?

Penyebab munculnya jerawat di hidung
Meski umumnya muncul di atas permukaan kulit wajah, muncul jerawat di hidung bagian dalam juga dapat terjadi.

Jerawat di hidung dapat disebabkan oleh folikel rambut, penumpukan sel-sel kulit mati, serta produksi minyak berlebih atau sebum yang menyumbat pori-pori.

Jika hal tersebut terjadi, bakteri akan lebih mudah berkembang dan memicu peradangan sehingga menjadi jerawat. Inilah yang akhirnya menimbulkan jerawat yang meradang dan terasa sakit, termasuk di bagian dalam hidung.

Sebuah hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada keterkaitan antara produksi sebum dan jerawat di T zone. Orang dewasa cenderung mengalami jerawat di area T zone wajah, yaitu mulai dari dahi, hidung, hingga dagu.

Ini karena area T zone cenderung memproduksi lebih banyak minyak dibandingkan dengan area lainnya di wajah. Hal ini yang membuat area luar hidung cenderung rentan ditumbuhi jerawat.

Penyebab jerawat di hidung cenderung berisiko tinggi pada orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah serta penderita diabetes. Pasalnya, kedua kelompok orang dewasa ini lebih rentan mengalami infeksi pada kulit.

Selain itu, penyebab jerawat di hidung juga bisa terjadi akibat infeksi bakteri yang menyumbat pori-pori kulit di dalam hidung. Infeksi yang mungkin terjadi ketika Anda mengalami jerawat di hidung meliputi:

  1. Vestibulitis nasal
    Vestibulitis nasal dikenal pula dengan folikulitis. Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan merah atau berwarna putih yang meradang di bagian dalam lubang hidung.Penyebab folikulitis yang utama adalah bakteri Staphylococcus (staph). Beberapa kebiasaan tertentu dapat menyebabkan jerawat di hidung, seperti mengupil terlalu dalam atau membuang ingus terlalu sering.
  2. Bisul di dalam hidung dan selulitis
    Bisul di dalam hidung yang parah dapat menyebabkan selulitis, yakni infeksi kulit yang menyebar dengan cepat dan dapat masuk ke aliran darah Anda. Hal ini mengakibatkan kulit membentuk lesung, bengkak, dan meradang.Pada beberapa kasus yang sangat parah dan tidak mendapatkan penanganan, selulitis bahkan bisa berakibat fatal dan memicu kematian.
  3. Rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair)
    Rambut yang tumbuh ke dalam atau ingrown hair dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk di hidung. Ini dapat timbul akibat kebiasaan menghilangkan bulu hidung dengan cara mencabutnya, misalnya dengan waxing atau menggunakan pinset.
  4. Trombosis sinus kavernosus
    Sinus kavernosus adalah pembuluh darah besar yang terdapat di dasar tengkorak.Ketika terinfeksi, bisul atau jerawat di hidung bisa menyebabkan gumpalan darah terbentuk di vena dan menghambat aliran darah ke otak, trombosis sinus kavernosus pun dapat muncul. Meski jarang terjadi, kondisi ini termasuk membahayakan jiwa.

Begini cara mengobati jerawat di hidung:
Sebagian besar jerawat di hidung dapat diobati. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya memeriksakan jerawat di hidung ke dokter kulit agar penanganannya lebih efektif.Berikut adalah beberapa cara mengobati jerawat di hidung yang biasa dianjurkan oleh dokter:

  1. Mengoleskan salep
    Salah satu cara mengobati jerawat di hidung adalah mengoleskan salep jerawat. Salep oles yang mengandung antiseptik atau retinoid dapat mengobati jerawat di hidung. Dokter akan meresepkan obat jerawat oles yang sesuai dengan kondisi jerawat di hidung Anda.
  2. Mengonsumsi obat minum
    Cara mengobati jerawat di hidung berikutnya adalah mengonsumsi obat minum.Ya, Anda mungkin memerlukan kombinasi obat topikal (oles) dan obat oral (minum) jika jerawat di hidung yang Anda alami tergolong dalam level sedang atau berat. Hal ini bertujuan mencegah jerawat di hidung muncul kembali.
  3. Kompres hidung dengan air hangat
    Mengompres hidung dengan kapas atau kain dibasahi air hangat dapat menjadi cara mengobati jerawat di hidung. Langkah ini bisa membantu meredakan rasa nyeri dan ketidaknyamanan akibat jerawat di hidung.Anda dapat menggunakan kapas, kain, atau handuk yang telah dibasahi air hangat selama 15-20 menit, sebanyak tiga kali sehari.
  4. Minum obat pereda rasa nyeri
    Jika jerawat di dalam hidung disebabkan oleh infeksi dan memicu rasa nyeri, Anda dapat minum obat pereda nyeri. Obat ini bisa Anda beli sendiri di apotek maupun atas resep dokter.Ibuprofen dan acetaminophen merupakan contoh obat pereda nyeri yang bisa Anda gunakan. Pastikan Anda mematuhi aturan pakai yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter.
  5. Menggunakan minyak esensial
    Minyak esensial juga dapat meredakan nyeri akibat jerawat di hidung. Misalnya, tea tree oil, neem oil, cinnamon oil, atau rosemary oil.Namun sebelum menggunakannya, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap minyak esensial tersebut. Anda juga sebaiknya memilih minyak esensial dengan kandungan yang tidak terlalu keras. Inilah cara mengobati jerawat di hidung lainnya.
  6. Menghindari kebiasaan menyentuh hidung
    Hindari menyentuh bagian dalam hidung karena dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat hingga infeksi bakteri. Tak hanya itu, sering menyentuh jerawat di hidung juga dapat memecah jerawat dan meninggalkan bekas luka.Ini juga termasuk menghindari kebiasaan mengupil terlalu dalam.
  7. Jangan membuang ingus terlalu keras
    Kebiasaan ini dapat menyebarkan infeksi dan memperparah rasa nyeri dan ketidaknyamanan akibat jerawat di hidung.
  8. Memakai masker
    Menjaga kebersihan area hidung dengan memakai masker saat berada di luar rumah juga menjadi cara mengobati jerawat di hidung. Hal ini bertujuan untuk mencegah infeksi di dalam hidung semakin parah.

Hal yang perlu dilakukan untuk mencegah jerawat di hidung
Meski tidak mengganggu penampilan, kemunculan jerawat di hidung dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Maka dari itu, alangkah baiknya jika Anda mencari cara untuk mencegah kemunculannya.Adapun hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah jerawat muncul di hidung, yaitu:

  1. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh wajah
    Salah satu cara untuk mencegah jerawat muncul di hidung adalah cuci tangan menggunakan air dan sabun sebelum dan sesudah menyentuh wajah, termasuk area hidung.Sebaiknya, Anda tidak sembarangan menyentuh area hidung tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko menempelnya kotoran dan bakteri di area hidung. Dengan cuci tangan, dapat membantu membersihkan kotoran dan bakteri yang mungkin menempel di tangan Anda.
  2. Perhatikan saat mencukur bulu hidung
    Cara untuk mencegah jerawat muncul di hidung adalah dengan berhati-hati saat mencukur bulu hidung. Selalu gunakan alat pencukur bulu hidung yang bersih, dan pastikan pula tangan Anda dalam keadaan bersih.
  3. Hindari stres
    Stres dapat menurunkan kekebalan tubuh dan memperlambat proses penyembuhan jerawat yang muncul di hidung. Maka dari itu, hindari stres sebagai cara untuk mencegah jerawat yang muncul di hidung.

Apabila Anda mengalami jerawat di hidung yang sangat mengganggu dan menyakitkan, segera periksakan ke dokter spesialis kulit. Dokter akan membantu Anda dalam menentukan pengobatan jerawat di hidung yang sesuai dengan kondisi Anda. [sehatq]

No More Posts Available.

No more pages to load.