Ironis…! Pendeta Sesat Ini Perintahkan Jamaatnya Makan Rumput Seperti Kambing

oleh -
Ada-ada saja yang diajarkan pendeta sesat ini kepada pengikutnya. Dengan alasan agar bisa lebih dekat dengan Tuhan, sang pendeta yang bernama Lesego Daniel dari Afrika Selatan ini menyuruh pengikutnya untuk makan rumput. Tidak perlu dimasak atau dihidangkan diatas piring, harus dimakan langsung di padang rumput sebagaimana kambing melakukannya. Dan pengikutnya tanpa pikir panjang lagi langsung menyerbu rerumputan yang ada di halaman gereja mereka. Nyam…nyam…nyam… rumput yang masih segar yang tumbuh di halaman gereja itu pun langsung disantap layaknya makanan nan lezat. Mereka tidak perlu berteriak “tambuah ciek” karena semuanya serba gratis dan tidak perlu bayar.

Rosemary Phetha, salah seorang pengikut pendeta sesat ini mengaku bahwa dia sembuh dari radang tenggorokan setelah makan rumput sesuai instruksi sang pendeta.
“Ya, kami makan rumput dan kami bangga akan hal itu karena ini menunjukkan bahwa, dengan kuasa Allah, kita dapat melakukan apa pun,” katanya lagi menambahkan.

Pendeta Sesat

pendeta sesat

Metode kontroversial si pendeta sesat ini telah menuai kritik dari ribuan orang di wilayah tersebut. Meskipun anggota jemaatnya bersumpah bahwa dengan metode seperti ini mereka mengklaim bahwa manusia bisa makan apapun bagi tubuh mereka dan bisa lebih dekat dengan Tuhan, namun banyak juga diantara jamaatnya yang muntah-muntah dan mencret-mencret setelah prosesi makan rumput tadi.

pendeta sesat makan rumput

Bagi kita umat Islam, apa yang dilakukan pendeta sesat di atas tentu merupakan perbuatan yang salah dan kita yakin bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam pun tidak pernah menyuruh umatnya untuk makan rumput, hanya dengan alasan agar bisa lebih dekat dengan Allah Subhanahuwata’ala. Itu adalah bisa-bisa sang pendeta itu saja. Dan si pendeta itu pun melakukan amalan itu pun tanpa dasar dalil yang jelas dari agama mereka. Dan kelakuan pemuka agama Nasrani seperti yang dilakukan sang pendeta sesat ini memang merupakan ciri-ciri umat Nasrani atau Kristen dimana mereka suka beribadah tanpa landasan ilmu alias suka mengada-adakan sesuatu yang tidak pernah ada dalam ajaran agama mereka. Sungguh benarlah apa yang dikatakan ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dimana beliau mengatakan,

من عبد الله بغير علم كان ما يفسد أكثر مما يصلح

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”
(Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15)

Dan Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah juga mengatakan dalam Majmu’ Al-Fatawa sebagai berikut:

مَنْ فَسَدَ مِنْ عُلَمَائِنَا كَانَ فِيهِ شَبَهٌ مِنْ الْيَهُودِ وَمَنْ فَسَدَ مِنْ عِبَادِنَا كَانَ فِيهِ شَبَهٌ مِنْ النَّصَارَى

“Orang berilmu yang rusak (karena tidak mengamalkan ilmu yang dia ketahui) memiliki keserupaan dengan orang Yahudi. Sedangkan ahli ibadah yang rusak (karena beribadah tanpa dasar ilmu) memiliki keserupaan dengan orang Nashrani.” (Majmu’ Al Fatawa, 16/567)