Ini Akibatnya Bila Kita Terbiasa Menyelisihi Syari'at

oleh -
Syari’at di dalam agama kita yang haq ini sudah jelas dan sangat begitu jelasnya. Segala perkara selalu dijabarkan dengan terang dan dilengkapi dengan dalil yang menguatkannya. Namun ada segilintir orang yang selalu berusaha menyelisihi syari’at yang sudah ditetapkan Allah Subahahuwata’a tersebut. Malah, orang tersebut dianggap oleh pengikutnya sebagai seorang yang alim berilmu terhadap din Islam ini.

Sebagai contoh, salah satu orang itu misalnya Panji Gumilang. Dia adalah Presiden NII (Negara Islam Indonesia) Wilayah 9 yang sampai saat tulisan ini ditulis (May 2016), orang ini tidak pernah disentuh oleh aparat negara dan gerakannya tetap berjalan. Untuk memuluskan aksinya, Panji Gumilang berlindung di bawah Pondok Pesantren Al-Zaitun yang dididirikannya, dengan maksud agar gerakannya tidak terlihat dan kegiatannya dianggap sebagai kegiatan keagamaan.

akibat menyelisihi syariat

Dimana letak sesatnya ajaran Panji Gumilang ini? Kesesatannya terletak dari syariat yang dibuat-buatnya sendiri tanpa landasan dalil yang syar’i. Sebagai contoh adalah masalah zakat yang wajib bagi setiap pengikutinya yang ditetapkan langsung jumlah nominalnya tanpa memperhitungkan nisab dan haulnya. Selain itu, untuk mengeruk dan mengumpulkan uang bagi pundi-pundinya, Panji Gumilang merubah syariat kurban dimana setiap pengikutinya dan setiap santri di pondok pesantrennya harus berkurban dalam bentuk uang. Tidak boleh dibelikan ke sapi atau kambing, tapi harus dalam bentuk uang dan uangnya ditransfer ke rekening khusus milik Panji Gumilang sendiri.

Dan yang lebih menyedihkan lagi, setiap pengikutnya wajib menyetorkan dana pribadi yang jumlahnya ditentukan setiap bulannya, dan bila tidak terpenuhi, maka itu dianggap hutang. Dan Panji Gumilang juga menetapkan syariat bahwa boleh merampok dan mencuri dalam upaya mencari dana tadi. Segala cara boleh dilakukan karena dia berfatwa bahwa harta yang ada di tangan kaum muslimin itu halal dan boleh diambil tanpa harus minta izin terlebih dahulu.

Itulah salah satu contoh orang yang jahil yang merusak agama ini dan berfatwa dengan hawa nafsunya sendiri, tanpa didasari oleh syariat dan dalil dari agama Islam sendiri.

Dalam perkara ini, Imam Ibn Taimiyyah rahimahullohuta’ala (semoga Allah merahmatinya) pernah berkata:

 قال ابن تيمية -رحمه الله-:
«من تعود معارضة الشرع بالرأي لا يستقر في قلبه الإيمان».
(درء التعارض: ١/١٨٧)

Artinya:
“Barangsiapa terbiasa menyelisihi syariat dengan pemikirannya sendiri, maka keimanan tidak akan berada di dalam hatinya” 
(Dar’ At-Ta’arudh: 1/187)

Di bawah ini ada video tentang kesesatan Panji Gumilang dan pengakuan orang-orang yang pernah terlibat di dalamnya yang sekarang sudah sadar.

Dan ini kisah jeritan orang tua salah satu santri Pondok Pesantren Al-Zaytun saat mengetahui anaknya yang mondok disana hancur fisik dan mentalnya, juga agamanya, menjadi liar dan diajari untuk berbuat mesum sesama santri dan dibolehkan berciuman dengan santri putri khusus di hari Jum’at.

Ini linknya: https://www.facebook.com/updatencc/posts/136409803055772