Heboh! Viral Pasangan Gancet, Bisa Dijelaskan Secara Medis?

oleh -
Heboh! Viral Pasangan Gancet, Bisa Dijelaskan Secara Medis?
ilustrasi

BATUBARA-SUMUT, Radar Ampera – Video pria dan wanita yang diduga berbuat m3sum di jalanan jadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, pasangan tersebut dikabarkan tak mau lepas alias gancet.

Rupanya, gancet merupakan kondisi dimana al4t kel4min pria terjepit dan tidak bisa dikeluarkan dari al4t kel4min wanita saat b3rhub*ngan bad4n. Akibatnya, al4t kel4min pria tidak bisa lepas dari dalam al4t k3l4min wanita dan membutuhkan waktu agar bisa melepasnya.

Diolah dari beberapa sumber, kasus alat k3lamin pria tidak bisa lepas dari alat k3lamin wanita, kemungkinan karena terjadi ketegangan otot atau ada gangguan persarafan atau pembuluh darah yang tiba-tiba terjadi.

Jadi, peristiwa gancet bisa dijelaskan secara medis, tidak melulu dikaitkan dengan mistis. Hal tersebut bisa terjadi apabila seorang wanita merasa tertekan atau terintimidasi saat melakukan hu3ungan s3k$ dengan pasangannya.

Fenomena gancet terjadi karena ada rasa takut, cemas dalam diri sendiri yang sifatnya sangat situasional. Karena itu, tidak selalu terjadi setiap kali b3rhub^ngan s3k$ual, tapi hanya saat-saat tertentu saja.

Diketahui sebelumnya, video viral pasangan gancet terjadi di Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, pada Rabu 27 Januari 2021, malam. Warga sekitar lokasi kejadian berusaha memisahkan keduanya karena dianggap berbuat m3sum, namun keduanya tak mau lepas.

Karena merasa risih dan terganggu, warga memanggil polisi agar pasangan itu segera diamankan. Saat polisi datang, tubuh keduanya terus berpelukan.
Sementara itun Kapolsek Labuhan Ruku, AKP Jagani Sijabat, mengatakan pasangan itu dibawa ke markas untuk diberikan pembinaan. “Benar, keduanya berp3lukan tak mau dipisah. Akhirnya kami bawa ke polsek, diberikan nasihat, dan panggil keluarganya,” kata Jagani Sijabat, Kamis 28 Januari 2021.

Ketika di kantor polisi, perempuan dan lelaki yang sempat diduga gancet itu juga diberikan makanan serta baju baru. Si perempuan, kata dia, segera dijemput keluarga memakai becak. Berdasarkan keterangan keluarga, perempuan tersebut mengalami depresi.

“Kalau yang laki-laki, menurut warga, memang memiliki gangguan kejiwaan. Dia itu setiap hari sering melintas di depan polsek kami, bawa sapu lidi,” kata dia. (source/aky/okezone)