Banyak Dimusuhi, Gatot Nurmantyo: KAMI Itu Tidak Dapat Dihapus

oleh -
Banyak Dimusuhi, Gatot Nurmantyo: KAMI Itu Tidak Dapat Dihapus

JAKARTA, Radar Ampera – Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mengatakan munculnya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tidak akan terhapus meskipun banyak yang menilai buruk hingga menimbulkan kontroversi.

“Gerakan KAMI itu tidak bisa dihapus, percaya sama saya. Karena semakin hari makin tumbuh, saya pun bingung. Bahkan, Jawa Barat sampai tingkat kecamatan bikin KAMI, itu hebat,” kata Gatot dikutip dari instagram pada Jumat, 11 September 2020.

Gatot menyadari banyak juga yang memusuhi gerakan KAMI ketika muncul, namun hiraukan saja karena tujuannya untuk menyelamatkan republik tercinta.

“Ada yang bilang KAMI jelek, biarin aja. Mereka musuhi tidak apa-apa, asal tujuannya untuk Indonesia,” ujar Presidium KAMI ini.

JANGAN LEWATKAN!:   World Bank Beri RI Naik Peringkat jadi Menengah Atas, RR: Ini Jebakan Bank Dunia, Bunga Pinjaman akan Ikut Naik

Menurut dia, ada tiga jenis manusia yakni pikirannya rendah, pikiran sedang dan pikiran tinggi. Kalau pikiran rendah, begitu Profesor Din Syamsuddin bicara tentang kondisi bangsa, maka yang dilihat itu pembicaranya bukan isi yang disampaikan.

Selanjutnya, kata Gatot, pikiran menengah itu dilihat apa isi yang disampaikan. Kemudian, pikiran tinggi itu yang dilihat nilai-nilai apa yang disampaikan.

“Senjata kita adalah KAMI, kekuatan akal manusia Indonesia. Jadi, orang-orang yang berakal tidak mau diadu-domba,” kata dia.

Di samping itu, Gatot mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia agar waspada dengan pihak yang berupaya menimbulkan perpecahan di negeri ini. Sebab, kata dia, Indonesia merupakan negara sangat kaya dari sumber daya alamnya.

JANGAN LEWATKAN!:   Kenali Apa Saja Tumbuhan Herbal yang Bisa Melawan Covid- 19

“Negara mana yang tidak ingin seperti Indonesia. Di dalam bumi Indonesia bertebaran segala macam sumber daya alam, rakyatnya toleransi, sopan santun, punya gotong royong. Dengan seperti ini, sebenarnya berkeinginan untuk mengambil kekayaan Indonesia. Ini saya ingatkan, perpecahan bisa berdampak,” lanjut Gatot Nurmantyo. [viva]