Anjing dan Babi Goreng Laris Manis di Festival Kebudayaan Yogyakarta

oleh -114 views
Kedai anjing dan babi goreng laris manis di FKY (Foto: Nur Yuva)

DIY-YOGYAKARTA, SriwijayaAktual.com – PARA pencinta kuliner di Festival Kebudayaan
Yogyakarta (FKY) agaknya bakal terkejut ketika melihat kedai satu ini.
Mereka menyajikan menu hewan berkaki empat, bahkan yang laris manis
adalah anjing dan babi goreng.
Kedai yang menjual anjing dan
babi goreng di acara yang berlangsung di Kampoeng Mataraman ini
bukannya sepi, justru jadi perhatian pengunjung. Banyak yang tertarik
karena nama menunya yang sedikit provokatif.
Bukan olahan daging hewan, ternyata makanan tersebut hanyalah sebuah roti goreng jenis cakwe dalam bentuk anjing dan babi.
Selain bentuk dua hewan tadi, ada juga bentuk domba, dinosaurus,
sapi, hingga gurita dengan tambahan sosis di dalamnya. Untuk mendapatkan
2 menu makanan unik ini pengunjung hanya perlu membayar 15 kethip uang
lokal hasil penukaran Rp 15 ribu uang sah di tempat penukaran uang.
“Kalau masih sore itu bentuk dinosaurus lumayan banyak dipesan karena
anak-anak yang beli, tapi agak malam dikit bentuk anjing dan babi jadi
menu favorit kawula muda-mudi,” kata Lia, owner di warung Roti Goreng
Grr menerangkan menu yang paling laris terjual.

Keunikan lain dari menu yang dijual di kedai ini selain nama anjing dan
hewan lainnya, prinsip menggunakan tusuk tanpa bungkus juga
ditonjolkan. Selain menekan jumlah sampah plastik, makanan dengan tusuk
mudah dibawa dan juga bagus untuk dibuat food photography. 
“Sebelum saya beli, tadi sempat salah paham hanya karena nama
menunya. Eh, ternyata setelah beli kok roti bentuk anjing sama babi,
lucu dan unik juga, ya saya foto buat instastory di medsos,” tutur
Sholiha salah satu pengunjung FKY 2019 asal Sleman.

Bagi pengunjung yang hanya melihat sekilas tentu merasa aneh
dengan menu anjing dan babi goreng. Tapi ketika didekati dan ternyata
tidak ada hewan yang tercantum di menu, kebanyakan dari mereka akan
kikuk karena sudah salah paham lebih dulu.
Menurut keterangan Lia(owner), pernah ada satu pasangan yang
sebelumnya enggan membeli roti goreng ini karena terpampang menu anjing
dan babi, setelah memastikan dan ternyata yang dilihat hanya roti
bentuk anjing dan babi, mereka jadi salah tingkah dan saling tertawa.

Selain menarik perhatian karena nama dan bentuknya yang unik,
kedua menu ini sebenarnya juga punya pesan tersirat terkait isu-isu
sosial yang tengah marak. Menurut Li, penamaan menggunakan kedua hewan
tersebut terinspirasi dari isu sosial yang sedang trending.
“Tujuan ambil nama dua hewan itu agar pengunjung tidak perlu suudzon
dan sepaneng hanya karena satu hal. Penamaan hanya bagian dari joke
saja. Cukup datang dan dicoba dulu sebelum berpikiran lain,” lanjutnya.

Karena nama menu dan bentuk yang unik dan hanya dijual di kedai
ini, terlihat beberapa pengunjung masih rela mengantre untuk membeli
roti goreng unik ini bahkan sampai acara FKY tutup pada pukul 22.00
WIB. (dno/okezone)

No More Posts Available.

No more pages to load.